DetikNTT.Com || Ende – Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Kota Ende dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir memicu bencana erosi dan longsor di sejumlah wilayah.
Kondisi ini mengancam keselamatan rumah warga, salah satunya rumah milik Eussabius Balu Dale di RT/RW 005/002 Dusun Wolowana, Desa Nanganesa, Kecamatan Ndona.
Pantauan tim media di lokasi pada Minggu, 21 Desember 2025, menunjukkan teras depan rumah korban telah roboh akibat tergerus arus banjir.

Kerusakan tersebut diperparah dengan jebolnya saluran air yang berada tepat di depan rumah.
Pemilik rumah, Eussabius Balu Dale yang akrab disapa Eus, menjelaskan bahwa kerusakan sudah mulai terjadi sejak awal September 2025 dan semakin parah setelah hujan deras pada pertengahan Desember.
“Kejadiannya sejak tanggal 7 September, tapi yang paling parah itu saat hujan tanggal 18 Desember. Tiang teras rumah akhirnya runtuh,” ungkapnya.
Menurut Eus, kondisi saluran air di samping rumahnya kini semakin memprihatinkan dan berpotensi mengancam rumah-rumah warga lain di sekitar lokasi.
“Setiap hujan kami selalu cemas. Air deras terus mengikis tanah dan kondisi ini tidak mungkin ditangani secara manual,” katanya.
Ia mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Desa Nanganesa. Pihak desa, lanjut Eus, telah meneruskan laporan ke dinas teknis terkait. Namun hingga kini belum ada tindakan nyata di lapangan.

“Kondisi saluran air sudah sangat parah. Kalau tidak segera ditangani, rumah kami benar-benar terancam apalagi sebagian fondasi rumah sudah jebol terbawa air. Kami berharap dinas terkait segera turun ke lokasi,” pintanya.
Eus juga berharap perhatian langsung dari Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, agar segera menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat.
“Kami mohon bapak Bupati bisa perintahkan jajarannya untuk segera turun. Kasihan rumah kami kalau dibiarkan terus seperti ini,” tutupnya.














