Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Pemkot Kupang Siapkan Wajah Baru Taman Tagepe, Fokus pada Seni dan Ekonomi Kreatif

389
×

Pemkot Kupang Siapkan Wajah Baru Taman Tagepe, Fokus pada Seni dan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, Tagepe memiliki potensi besar karena secara tata letak dan ruang sebenarnya sudah cukup baik. Yang diperlukan saat ini adalah mengoptimalkan fungsi taman agar benar-benar hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ke depan, kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang pengembangan literasi, pendidikan, teater, paduan suara, live music, hingga pameran seni seperti galeri lukisan, galeri foto, dan galeri sejarah Kota Kupang.

“Tagepe ini sebenarnya layout-nya sudah bagus. Tinggal bagaimana kita menciptakan aktivitas baru yang bisa kita optimalkan di sini,” jelasnya.

Baca Juga:  Mahasiswi IKPML dan PERMASTI Waingapu Tuntut Oknum Disnakertrans Sumba Timur Bertanggung Jawab atas Label “Kumpul Kebo”

Namun demikian, Serena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang tidak ingin mengambil kebijakan secara sepihak tanpa mendengar aspirasi masyarakat sekitar. Karena itu, pendekatan yang digunakan adalah partisipatif dengan mengedepankan respons warga sebelum konsep tersebut dijalankan.

Baca Juga:  Dukungan Penuh Pemerintahan Kota Kupang Terhadap IWASMA, Wakil Walikota Kupang Hadir dalam Pelantikan

“Kita masih lihat dulu respon dari masyarakat sekitar. Karena kita mau buat kebijakan itu harus melihat respon masyarakat dulu. Jadi bottom to top. Jangan target dari pemerintah langsung kita hajar ke bawah saja. Kalau masyarakat approve, baru kita implementasikan,” tegasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang menghadirkan ruang publik yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga hidup sebagai pusat interaksi sosial, kreativitas, dan pengembangan potensi masyarakat.

Baca Juga:  50 Mahasiswa Teologi dari 59 Kampus Akan Kepung Kupang, Wali Kota Ingin Mereka Bawa Pulang Cerita tentang NTT

Dengan konsep baru tersebut, Tagepe diharapkan tidak sekadar menjadi taman kota biasa, tetapi bertumbuh menjadi ruang budaya dan kreativitas yang memberi warna baru bagi wajah Kota Kupang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!