DetikNTT.Com || Ende — Kepedulian seorang guru terhadap peserta didiknya tidak hanya terlihat di ruang kelas. Ketika seorang siswa beberapa hari tidak masuk sekolah karena jarak tempuh yang jauh dan kondisi medan yang sulit, guru memilih untuk datang langsung mengunjungi rumah siswa tersebut.
Kunjungan rumah siswa yang jarak sekitar tiga KM ini menjadi bentuk perhatian dan kepedulian guru terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah pelosok. Guru ingin memastikan kondisi siswa sekaligus mengetahui secara langsung kendala yang menyebabkan siswa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Kepala sekolah SDI Feoria, Gasparina Se’o kepada media, Selasa 22 September 2026 mengungkapkan medan yang sulit dan jarak yang jauh memang menjadi salah satu tantangan bagi sebagian siswa di daerah pelosok untuk mengakses pendidikan. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus dari para pendidik agar anak-anak tetap mendapatkan haknya untuk belajar.
Gasparina Se’o menambahkan dalam kunjungan tersebut, guru berinteraksi dengan keluarga dan siswa. Kehadiran guru di tengah keluarga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa agar kembali bersekolah dan tidak mudah menyerah menghadapi keterbatasan akses.
“Guru bukan hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga hadir ketika murid membutuhkan perhatian dan dukungan,” Ujarnya
Kisah ini menjadi potret bahwa di balik keterbatasan infrastruktur dan sulitnya medan, masih ada guru-guru yang berusaha menjangkau muridnya. Kepedulian seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan sekadar soal hadir di sekolah, tetapi juga tentang memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena kondisi dan jarak.
Iya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Ende melalui dinas terkait guna merseponi dengan keterbatasan akses jalan tersebut.













