Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Kurang dari 24 Jam, Wali Kota Kupang Turun Langsung Temui Korban Angin Kencang di Belo

29
×

Kurang dari 24 Jam, Wali Kota Kupang Turun Langsung Temui Korban Angin Kencang di Belo

Sebarkan artikel ini

DetikNTT.Com || Kota Kupang – Dalam waktu kurang dari 24 jam pascabencana angin kencang, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo bersama jajarannya turun langsung menemui warga terdampak angin kencang di RT 02 RW 08 Kelurahan Belo, Sabtu (24/1).

Angin kencang yang terjadi pada tengah malam sebelumnya menyebabkan kerusakan parah pada sekitar 35 rumah warga, termasuk satu rumah ibadat, Gereja GMIT Yegar Sahaduta Belo. Sejumlah warga juga mengalami luka akibat seng dan material bangunan yang beterbangan, bahkan beberapa di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Anggota DPRD Provinsi NTT, Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang, Ridla Neda Lalay, Luther Keny Sa’u, dan Muhammad Ramli, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Kasaat Polisi Pamong Praja, Lurah Belo, serta perwakilan Dinas Sosial Provinsi NTT.

Baca Juga:  Demi Kesejahteraan Masyarakat, Pemerintah Kota Kupang Ajukan Dua Ranperda Inisiatif

Kepada warga dan awak media di lokasi bencana, Wali Kota menegaskan bahwa kehadiran pemerintah adalah bentuk tanggung jawab moral dan komitmen nyata untuk tidak membiarkan warga menghadapi musibah sendirian. “Kami datang untuk memastikan bahwa pemerintah hadir bersama warga. Rumah yang rusak, baik ringan, sedang, maupun berat, akan kami data dan bantu,” tegas Wali Kota.

Sebagai langkah awal penanganan darurat, Pemkot Kupang melalui BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa beras, mie instan, dan terpal. Bahkan, Wali Kota secara terbuka menawarkan rumah jabatan Wali Kota Kupang sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya rusak parah dan kesulitan mendapatkan tempat menginap.

Perhatian juga diberikan terhadap Gereja GMIT Yegar Sahaduta Belo yang mengalami kerusakan cukup serius. Wali Kota memastikan bantuan akan diberikan meskipun secara regulasi bantuan sosial keagamaan biasanya diberikan dalam rentang waktu dua tahun. “Ini adalah kondisi force majeure, di luar perkiraan. Karena itu, pemerintah siap membantu agar gereja ini bisa segera diperbaiki dan kembali digunakan untuk beribadah,” ujarnya.

Baca Juga:  Tutup Masa Kampanye, Paket SIAGA Sampaikan Surat Terbuka untuk Seluruh Pendukung

Tak hanya soal kerusakan fisik, Wali Kota juga langsung mengambil langkah cepat untuk warga yang mengalami luka. Mengetahui adanya korban yang harus dirawat di rumah sakit namun tidak memiliki BPJS Kesehatan, Wali Kota segera menghubungi Kepala Dinas Kesehatan untuk mengurus kepesertaan BPJS bagi korban, guna meringankan beban biaya perawatan.

Usai meninjau lokasi bencana, Wali Kota bahkan menyempatkan diri menjenguk salah satu korban, Stefanus Kase, yang sedang dirawat di RS Boromeus Kupang. Sebelumnya dr. Chris juga sempat menemui Ibu Olpi Tameon yang terluka hingga patah kaki akibat bencana angin tersebut di rumahnya.

Roy Tosi, orang tua Stefanus, menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat dan perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Kupang. “Kami sangat terbantu. Pemerintah hadir tepat saat kami benar-benar membutuhkan, terutama soal biaya perawatan anak kami,” ungkapnya haru.

Baca Juga:  Serahkan Bonus Atlet, Pelatih dan Ofisial pada PON XXI 2024, dr. Christian : Ini Komitmen Pemerintah

Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Belo, Pdt. Selvy Asfes Zina, S.Th. Ia mengapresiasi kehadiran langsung Wali Kota yang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga penghiburan bagi jemaat yang terdampak. “Kehadiran Bapak Wali Kota memberi kekuatan bagi kami. Kami berharap gereja ini bisa segera diperbaiki dan kembali digunakan untuk ibadah,” ujarnya.

Lurah Belo, Robinson Emlimasir Lona, SH, di kesempatan berbeda menjelaskan sebelumnya terdata 35 rumah warga yang terdampak bencana angin kencang. Namun dalam perkembangan berdasarkan laporan tambahan jumlah korban menjadi 45 rumah yang terdampak. Pihaknya akan segera turun langsung untuk melakukan verifikasi sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *