Menurut Melki, Manggarai Timur menjadi satu-satunya daerah potensial dan strategis untuk mendirikan pabrik porang di NTT.
“Manggarai Timur akan mempunyai pusat perekonomian baru dengan hadirnya Pabrik Porang. Kita akan dorong agar Pabrik Porang dapat lebih optimal, jelas Gubernur Melki.
Sementara itu, Manager Produksi PT Taifeng Agriculture Indonesia, Jiang Heng, melalui ahli bahasa Merdiana Siti, menjelaskan, kemampuan produksi perusahaan milik investor asal China itu mencapai 50 ton per hari.
“Jumlah keseluruhan karyawan sebanyak 54 orang dan digaji secara layak di atas UMP NTT,” jelas Merdiana.
Gubernur Kunjungi Daerah Irigasi Wae Dingin
Tak lama setelah mengunjungi Pabrik Porang, Gubernur NTT melanjutkan kunjungannya ke daerah irigasi dan persawahan Wae Dingin di Desa Sita Kecamatan Kecamatan Rana Mese.Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT didamping oleh Wakil Bupati Manggarai serta para Pimpinan Perangkat Daerah lingkup pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Timur memberikan semagat dan motivasi kepada Petani yang sedang menanam padi dan beberapa kelompok tani.
“Kami akan terus memastikan bersama pemerintah Kabupaten Manggarai Timur agar keberadaan bendungan dan saluran irigasi yang ada dapat terpelihara dengan baik sehingga mampu mendorong peningkatan produktivitas dan penciptaan lahan atau sawah baru,” kata Gubernur Melki.














