Dalam pertemuan dengan para Pengawas dan Kepala Sekolah SMK/SMA/SLB, Gubernur Melki menegaskan dalam rangka mendukung gerakan swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat, SMA dan SMK perlu memikirkan cara agar kita dapat mengolah potensi-potensi daerah secara dengan baik. Anak-anak SMA/SMK bukan hanya dapat materi di ruang kelas tapi juga praktek di luar sekolah di lingkungan sekitar untuk mengembangkan potensi daerah.
“Jadi anak-anak di waktu senggang di sore hari bisa diajak juga untuk masuk di kebun, bisa urus sawah, bisa berternak atau diajak masuk laut. Kalau tidak begitu, anak-anak pasti tidak kenal potensi daerah. Kalau anak-anak dibiarkan terlalu bebas, maka hasilnya akan begitu saja,” jelas Gubernur Melki.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta para Kepala Sekolah melakukan program pendampingan sekolah kedinasan untuk mempersiapkan anak-anak untuk masuk ke sekolah-sekolah kedinasan dan universitas negeri.
“Tidak ada anak didik yang bodoh. Guru-Guru harus cari cara untuk mampu keluarkan potensi anak-anak. Anak-anak kelas 3 SMA/SMK semuanya tanpa kecuali harus dipersiapkan untuk masuk sekolah kedinasan atau universitas negeri terbaik,” jelas Melki.
Sementara itu, Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas meminta agar para Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB untuk dapat menciptakan keharmonisan sekolah.
“Kalau ada soal, diselesaikan secara baik-baik ke dalam, jangan dibawa ke luar. Guru adalah sebuah panggilan yang luar biasa yang harus dilakukan dengan penuh ketulusan untuk mengembangkan potensi anak didik,” ungkap Andreas Agas.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT juga menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT untuk untuk pengembangan sektor peetanian di Manggarai Timur sebesar 11.269.620.000,- dan bantuan Alokasi DAK/DAU Specific Grant TA 2025 untuk pendidikan menengah se-kabupaten Manggarai Timut sebesar 3.384.000.000,- .

Gubernur Kunjungi Pabrik Porang di Borong
Setelah melakukan pertemuan dengan para Pengawas dan Para Kepsek se-Manggarai Timur, Gubernur Melkiades Laka Lena bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur mengunjungi Pabrik Porang di Borong yang dikelola oleh PT Taifeng Agriculture Indonesia.Setelah melakukan peninjauan lokasi pabrik, Gubernur Melki mengungkapkan komitmen untuk menjadikan Manggarai Timur sebagai pusat produksi Porang.
“Semua hasil-hasil porang dari daerah di NTT dari Flores, Timor, dan dari Sumba, semuanya dibawa ke sini. Sehari perusahaan ini bisa mengolah 50 ton porang mentah menjadi 50 chif hasil olahan porang setengah jadi. Hasilnya nanti akan dikirim lewat Semarang untuk dieskpor China,” jelas Melki.














