
DetikNTT.com || Kupang— Direktur NAM Group Kupang, Erwin Anthonius, memastikan ketersediaan bahan pokok utama seperti beras dan minyak goreng di wilayah Nusa Tenggara Timur masih aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.
Erwin mengungkapkan, saat ini stok beras dan minyak memang sempat menipis, namun pihaknya telah melakukan pemesanan ulang ke pemasok.
“Stok beras dan minyak saat ini belum ada, yang ready itu susu. Sebenarnya tidak ada kendala, hanya saja dari supplier memang barangnya belum tersedia. Kami sudah order, tapi barangnya memang belum datang,” jelas Erwin saat ditemui di Kupang, Jumat (7/11/2025).
Ia menambahkan, beberapa pabrik lain masih memiliki stok dalam jumlah terbatas sehingga untuk kebutuhan akhir tahun dipastikan aman. “Untuk sementara, minyak dan beras memang terbatas, tapi untuk Natal dan Tahun Baru stoknya akan tersedia,” ujarnya.
Menurut Erwin, untuk produk sembako seperti beras, pihaknya tidak menetapkan target khusus, melainkan menyesuaikan dengan permintaan pasar. “Kita targetnya global, satu bendera. Kalau barang tersedia, kita ambil. Kalau tidak ada, ya kita tunggu,” katanya.
NAM Group bekerja sama dengan merek tertentu seperti Fortune untuk beras dan minyak, serta Sampoerna untuk kategori rokok. Hal ini dilakukan untuk menjaga fokus usaha dan menghindari konflik kepentingan dengan pengusaha lain. “Kategori rokok hanya satu, minyak satu, dan beras satu. Tidak boleh lebih dari satu merek agar tidak mematikan usaha yang lain,” tegas Erwin.
Untuk wilayah operasional, CV NAM memiliki cabang di Kupang, Soe, Kefamenanu, dan Atambua, sementara di Alor hanya menjual produk rokok. Di Rote dan Sabu, NAM Group menempatkan tenaga penjualan khusus agar distribusi tetap berjalan lancar.
Mengenai kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, Erwin menilai belum ada dampak signifikan terhadap bisnis. “Itu baru bisa kita lihat tahun depan. Tahun ini masih terasa aman karena pemerintah masih menyalurkan bantuan tunai kepada masyarakat, jadi perputaran uang masih ada,” jelasnya.
Saat ini, NAM Group mempekerjakan 486 karyawan yang tersebar dari Kupang hingga Atambua. Seluruh karyawan difasilitasi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sesuai masa kerja. “Untuk karyawan di bawah satu tahun, iurannya dibagi antara perusahaan dan karyawan. Sedangkan bagi yang sudah bekerja di atas satu tahun, semuanya ditanggung penuh oleh perusahaan,” ujar Erwin.
Erwin juga menceritakan sejarah berdirinya toko NAM yang telah beroperasi sejak 1976, dan berkembang pesat hingga menjadi CV NAM pada 2006. Beberapa karyawan bahkan telah bekerja sejak tahun 1994.
Pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021, NAM Group sempat mengalami kerugian karena penjualan menurun. Namun, mereka tetap berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan barang yang tidak laku kepada peternak.
“Kami berikan isinya kepada yang membutuhkan, tapi kemasannya kami musnahkan agar tidak diperjualbelikan lagi,” ungkapnya.Dalam menghadapi tantangan internal, NAM Group selalu mengutamakan dialog dan solusi bersama. “Kalau ada masalah dengan karyawan, kami panggil dan selesaikan dengan baik-baik,” tambah Erwin.
Menutup keterangannya, Erwin menegaskan bahwa NAM Group tetap optimistis menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru dengan memastikan ketersediaan bahan pokok yang berkualitas bagi masyarakat NTT.*









