DetikNTT.Com, Kupang – Event Budaya Kelurahan Naikolan 2026 tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi wadah warga menyampaikan aspirasi, mengembangkan UMKM, serta memperkuat solidaritas sosial.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Bougenvil, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Senin (28/9/2026), mengusung tema “Satu Budaya, Seribu Kreasi, Satu Kebersamaan.”
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, mengatakan budaya merupakan bagian penting dari pembangunan karena berkaitan dengan identitas dan kebersamaan masyarakat.
“Budaya adalah ingatan kolektif sebuah masyarakat. Ketika budaya kita rawat, kita memastikan generasi yang akan datang tidak kehilangan akar ketika melangkah menuju masa depan,” ujarnya.
Event tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan gagasan terkait pengembangan ekonomi lokal. Ketua Panitia sekaligus Ketua LPM Kelurahan Naikolan, Yeni Misa, mengusulkan agar ruas Jalan Bougenvil dapat dikembangkan menjadi kawasan kuliner untuk membuka ruang usaha baru bagi warga.
Menurut Yeni, Event Budaya Naikolan telah digelar empat kali sejak 2023. Selain pelestarian budaya, kegiatan ini diarahkan untuk mempererat kerukunan warga dan mendukung aktivitas UMKM.
Tahun ini, event berlangsung selama tiga hari, 28–30 September 2026, dengan menampilkan budaya Alor serta keberagaman budaya Flobamora.
Semangat solidaritas juga hadir melalui penggalangan dana yang dilakukan San Jose Choir bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores.
Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Roy Ratu Riwu Kaho, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, event budaya dapat menjadi ruang untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan.
“Penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana menunjukkan bahwa kebudayaan tidak hanya berbicara tentang identitas, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan,” katanya.













