Kupang, DetikNTT.Com – Di tengah duka dan beratnya situasi yang dihadapi masyarakat akibat gempa bumi Flores, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kondisi sulit bukan alasan bagi pemerintah untuk berhenti bekerja.
Pesan itu disampaikan Gubernur Melki saat melantik Fransiskus Sales Sodo sebagai Sekretaris Daerah Provinsi NTT di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Jumat (28/8/2026).
Menurut Melki, NTT saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan besar secara bersamaan, mulai dari bencana gempa bumi, keterbatasan fiskal hingga agenda pembangunan yang harus tetap berjalan. Dalam situasi seperti itu, pemerintah membutuhkan kepemimpinan yang kuat, koordinasi yang solid dan keberanian untuk terus bergerak.
“Kita mungkin sedang menghadapi badai. Tetapi badai bukan alasan untuk berhenti berlayar. Dalam badai, kita membutuhkan kepemimpinan yang kuat, koordinasi yang solid, dan keberanian untuk terus bergerak,” tegas Melki.
Gubernur mengatakan, duka akibat gempa Flores tidak boleh membuat roda pemerintahan dan pembangunan ikut terhenti. Sebaliknya, situasi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik.
Ia menegaskan bahwa birokrasi harus mampu menerjemahkan setiap visi dan program pemerintah menjadi kerja nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Saya tidak membutuhkan birokrasi yang hanya pandai membuat dokumen. Saya membutuhkan birokrasi yang mampu menyelesaikan persoalan. Visi dan program pembangunan harus turun menjadi kegiatan nyata, dan kegiatan nyata harus menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Melki menitipkan pesan khusus kepada Sekda NTT yang baru dilantik agar mampu menjadi penggerak utama koordinasi birokrasi dan jembatan antara visi kepemimpinan daerah dengan kerja nyata pemerintah.
“Saya dan Pak Wakil Gubernur membutuhkan Sekda yang mampu menjadi jembatan antara visi kepemimpinan daerah dengan kerja nyata birokrasi. Kita membutuhkan Sekda yang mampu menyelesaikan masalah, membangun komunikasi, bukan sekat; menggerakkan, bukan menghambat; dan memberikan keteladanan, bukan hanya memberikan instruksi,” katanya.
Selain persoalan koordinasi pemerintahan, Gubernur juga memberikan peringatan keras terkait pengelolaan dana penanganan bencana. Ia meminta seluruh pihak memastikan anggaran digunakan secara tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
“Jangan main-main dengan dana bencana. Kalau kita main-main dengan dana bencana, maka itu bisa mendatangkan ‘bencana’. Setiap rupiah harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Melki menilai keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah tidak boleh dijadikan alasan untuk bekerja seadanya. Justru, kondisi tersebut harus mendorong birokrasi untuk semakin kreatif, efisien, inovatif dan bertanggung jawab.
Ia juga menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukan terletak pada banyaknya rapat, surat maupun kegiatan yang dilakukan, melainkan pada perubahan yang dirasakan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan kita adalah: apakah masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, apakah kehidupan mereka menjadi lebih baik, dan apakah pembangunan benar-benar memberikan manfaat? Itulah ukuran keberhasilan pemerintahan,” ungkapnya.
Di tengah penanganan dampak gempa Flores, Melki memastikan agenda pembangunan NTT tetap harus berjalan. Pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga reformasi birokrasi tidak boleh berhenti.
Gubernur kemudian mengutip ungkapan Latin Per aspera ad astra, yang berarti melalui kesulitan, kita menuju bintang-bintang.
“NTT hari ini berada di jalan yang terjal. Gempa, keterbatasan fiskal, dan tantangan pembangunan hadir silih berganti. Tetapi saya yakin, dengan kerja keras, integritas, dan kebersamaan, kita akan mencapai kejayaan yang kita cita-citakan,” ujarnya.
Menutup pesannya, Gubernur Melki meminta Sekda NTT yang baru dilantik untuk segera menjalankan amanah melalui kerja nyata dan tidak menunggu waktu untuk mulai bekerja.
“Jaga amanah. Jaga integritas. Bangun kekompakan. Layani rakyat. Dan langsung bekerja, karena rakyat NTT menunggu kita,” tandas Melki.














