Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaEkonomi

Injeksi Creative Center Cetak Inovator Muda NTT, Siap Dampingi Jus Pepaya Hijau hingga Berdaya Saing Nasional

27
×

Injeksi Creative Center Cetak Inovator Muda NTT, Siap Dampingi Jus Pepaya Hijau hingga Berdaya Saing Nasional

Sebarkan artikel ini

Kupang, DetikNTT.Com – Injeksi Creative Center menegaskan komitmennya dalam mencetak inovator muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pengembangan produk berbasis pangan lokal. Salah satu hasilnya adalah lahirnya inovasi Jus Pepaya Hijau, yang dikembangkan mahasiswa Program Studi D-III Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang dan kini akan didampingi hingga menjadi produk yang siap bersaing di pasaran.

Direktur Utama Injeksi Creative Center, Jeksi Siokain, mengatakan gagasan Jus Pepaya Hijau sebenarnya telah ia tawarkan sejak tahun 2021 melalui berbagai seminar kewirausahaan di kampus, komunitas, maupun gereja. Namun, baru pada seminar yang digelar di Poltekkes Kemenkes Kupang pada 9 Juli 2026, tantangan tersebut berhasil diwujudkan menjadi sebuah produk nyata.

“Ide ini sudah saya tawarkan sejak tahun 2021. Saat seminar tanggal 9 Juli kemarin, kami kembali menantang mahasiswa. Kurang dari satu bulan mereka berhasil merealisasikan ide ini menjadi produk nyata,” kata Jeksi.

Ia menjelaskan, sebanyak 81 mahasiswa awalnya menyusun konsep, resep, dan gagasan pembuatan Jus Pepaya Hijau. Selanjutnya, mereka ditantang mempraktikkan ide tersebut sekaligus mempublikasikannya melalui media sosial untuk melihat respons masyarakat.

Baca Juga:  Berbagi Kasih di Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Polres Ende Berbagi Takjil Kepada Masyarakat

Dari puluhan peserta, hanya empat mahasiswa yang berhasil membawa gagasan tersebut menjadi produk nyata, yakni Christo Dwi Mahendra Mbura asal Amfoang Barat Daya, Archangela Ghirlani Nino asal Timor Tengah Utara (TTU), Ristawanti Abas asal Alor, dan Indah Yunita Luin asal Semau. Keempatnya merupakan mahasiswa Semester V Program Studi D-III Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang.

Menurut Jeksi, tujuan utama kompetisi tersebut bukan sekadar memilih pemenang, tetapi melahirkan generasi muda yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kami ingin menghadirkan varian minuman baru yang memenuhi tiga aspek, yaitu murah, sehat, dan memanfaatkan pangan lokal. Jadi masyarakat bisa menikmati minuman sehat dengan harga terjangkau, sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujarnya.

Ia memperkirakan Jus Pepaya Hijau nantinya dapat dipasarkan dengan harga di bawah Rp10.000 per gelas sehingga mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Lebih jauh, Jeksi menegaskan bahwa pendampingan Injeksi Creative Center tidak berhenti setelah kompetisi selesai. Pihaknya akan terus mendampingi para finalis mulai dari pengembangan produk, promosi, penguatan merek (branding), pengurusan legalitas, perizinan BPOM, hingga membuka peluang pendanaan apabila produk tersebut berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Diduga Menggelapkan Mobil Hadiah BRI, Staf CV. Anugerah Perkasa Dilaporkan ke Polres Ende

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuliah, tetapi juga mampu membiayai pendidikannya melalui usaha yang dibangun dari ide-ide kreatif. Inilah komitmen Injeksi dalam mencetak inovator muda NTT,” tegasnya.

Dukungan terhadap inovasi tersebut juga datang dari Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang, dr. apt. Ni Nyoman Yuliani, S.Si., S.Farm., M.Si, yang turut menjadi tim juri.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai potensi pangan lokal.

“Sebagai akademisi kami memandang kegiatan ini sangat baik. Sesuatu yang selama ini dianggap biasa ternyata bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Pepaya hijau yang selama ini hanya diolah menjadi sayur memiliki banyak kandungan yang bermanfaat. Melalui kegiatan ilmiah seperti ini mahasiswa belajar mengeksplorasi potensi lokal sekaligus mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Pejabat Fungsional Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Kota Kupang, Dr. Malisye Christin Sjioen, S.STP., M.Si, yang juga menjadi anggota tim juri.

Baca Juga:  Dukung Program Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Bripka Agus Riyanto Damping Kelompok Tani Ae Heu

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang terus membuka ruang bagi para inovator melalui layanan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Mal Pelayanan Publik serta berbagai program pemberdayaan UMKM.

“Apa yang dilakukan Injeksi patut didukung dan diapresiasi karena mampu mengangkat sesuatu yang selama ini dianggap biasa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Anak-anak muda perlu didorong untuk terus berani mencoba, melakukan trial and error, hingga menghasilkan inovasi yang bermanfaat,” katanya.

Selain akademisi dan pemerintah, kompetisi tersebut juga menghadirkan Melati Tabita Thei, S.Tr.Par., M.BA, Puteri Indonesia NTT 2018 dan Finalis Puteri Indonesia 2018, sebagai anggota tim juri.

Sebagai bentuk apresiasi, keempat finalis menerima bantuan dana pendidikan dari Injeksi Creative Center. Pendampingan akan terus dilakukan agar Jus Pepaya Hijau berkembang menjadi produk UMKM unggulan berbasis pangan lokal yang lahir dari Nusa Tenggara Timur, sekaligus membuktikan bahwa inovasi kelas dunia juga dapat lahir dari daerah.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!