Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Kupang: Tantangan dan Harapan Menuju Pendidikan yang Lebih Baik

183
×

Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Kupang: Tantangan dan Harapan Menuju Pendidikan yang Lebih Baik

Sebarkan artikel ini

Kupang, DetikNTT.com– Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Kupang, Wemvrid Boimau, S.Pd, M.Hum, mengungkapkan bahwa kalender pendidikan untuk tahun 2025 masih dalam tahap perencanaan. Saat ini, sekolah masih menggunakan kurikulum lama, meskipun ada rencana untuk beralih ke kurikulum baru yang memiliki nama berbeda namun dengan program yang serupa. Menurutnya, program P5 akan dihilangkan, tetapi poin-poin dari P5 tetap akan diterapkan selama kurikulum lama masih berjalan.

Wemvrid menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program jangka pendek, menengah, dan panjang yang disusun sesuai dengan visi dan misi sekolah. “Kami hanya melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama 5 hari dalam satu shift. Saat ini, kami terpaksa menggunakan ruang laboratorium sebagai ruang kelas karena kekurangan ruang,” ujarnya.

Sekolah telah mengusulkan penambahan lima ruangan ke Dinas Pendidikan, mengingat saat ini mereka menggunakan laboratorium fisika, kimia, biologi, dan dua ruangan lainnya. “Setiap ruangan harus memiliki fungsi masing-masing agar KBM dapat berjalan lancar,” tambahnya. Selain itu, Wemvrid juga mengungkapkan kebutuhan akan ruang aula dan teater untuk kegiatan ekstrakurikuler, yang saat ini masih menggunakan ruang guru untuk pertemuan.

Baca Juga:  Kota Kupang Tuan Rumah Upacara Peringatan HUT Satpol PP dan Satlinmas Tingkat NTT

Dengan jumlah siswa mencapai 1.157 dan 106 guru, SMA Negeri 7 Kupang sempat mendapatkan bantuan rekonstruksi 17 ruang kelas dari Kementerian untuk tahun anggaran 2022-2023. Namun, dua ruangan mengalami kerusakan akibat plafon yang roboh, meskipun gedung tersebut baru dibangun setahun yang lalu. “Kami sudah melaporkan masalah ini ke dinas, dan mereka meneruskan ke kementerian,” jelasnya.

Baca Juga:  BPBD Kota Kupang Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana, Libatkan BNPB dan Berbagai Stakeholder

Wemvrid menilai bahwa gedung lama memiliki material yang lebih baik dibandingkan dengan gedung baru. Ia berharap pemerintah dapat membantu mengatasi kekurangan ruang kelas yang ada, mengingat sekolah seharusnya membutuhkan 34 ruang kelas, tetapi saat ini hanya tersedia 29 ruangan, termasuk laboratorium.

Terkait dengan pencegahan bullying di sekolah, Wemvrid menjelaskan bahwa mereka menerapkan sistem poin. “Jika ada siswa yang melakukan pelanggaran, poin mereka akan dikurangi. Jika sudah melewati batas, mereka akan dikenakan sanksi berupa mutasi ke sekolah lain. Sistem ini telah berjalan selama empat tahun dan membawa perubahan positif di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Baca Juga:  Program Indonesia Terang Tidak Ada Dampaknya Bagi Masyarakat Kecamatan Ndori di Ende

Sekolah juga telah meraih penghargaan dari Lima Pilar Media pada tahun 2024 dan menerbitkan buku antologi cerpen berjudul “Bukankah Waktu & Cinta Sekedar Ilusi” sebelum adanya program literasi.

Target SMA Negeri 7 Kupang di tahun 2025 adalah untuk menjadi sekolah yang lebih populer, dikenal, dan berprestasi meskipun menghadapi kendala ruang. “Kami memerlukan kerja tim. Dengan memberikan contoh sederhana seperti datang ke sekolah lebih awal, kami dapat meningkatkan kesadaran guru dan siswa untuk disiplin,” tutup Wemvrid.

Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, SMA Negeri 7 Kupang berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan meskipun di tengah berbagai tantangan yang ada.**

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *