Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
DaerahLingkungan

Dinas Kesehatan NTT dan NU Edukasi Masyarakat tentang Gizi Buruk, Stunting, dan Penyakit Menular

489
×

Dinas Kesehatan NTT dan NU Edukasi Masyarakat tentang Gizi Buruk, Stunting, dan Penyakit Menular

Sebarkan artikel ini

DetikNTT. Com || Kupang – Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan yang mengangkat isu krusial seputar gizi buruk, stunting, dan penyakit menular, pada Kamis (16/05/2025) Acara ini berlangsung di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT.

Dengan menghadirkan dua narasumber utama. Materi pertama disampaikan oleh Ir. Erlina R. Salmun, M.Kes, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Sesi berikutnya dibawakan oleh dr. Winda Yanuarni Meye, Sp.A., M.Sc, .

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif berbagai lembaga keagamaan dalam upaya edukasi kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan ke-12 yang telah digelar dalam rangka memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Pupuk Langka, Petani Menjerit: Suara dari Desa dalam Reses Anggota DPRD Provinsi NTT

“Kami bersyukur bisa hadir bersama seluruh lembaga keagamaan dalam upaya edukasi masalah kesehatan. Ini adalah pertemuan ke-12 yang telah kami lakukan,” ujarnya

Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan medis, tetapi merupakan sebuah “bencana kemanusiaan” yang menuntut perhatian dan aksi bersama.

Baca Juga:  Sembako Ramdhan 1446 H, Julie S. Laiskodat Bagi Parsel kepada Jemaah Masjid Mardahtiliah Maunggora

“Stunting adalah bencana nadi, dan ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kami telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 40 lembaga untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan, terutama stunting,” tambahnya.

Pihaknya juga mendorong partisipasi aktif dari Muslimah NU dan GP Ansor, tidak hanya dalam tahap sosialisasi, tetapi juga dalam aksi nyata di masyarakat.

“Kita sering melakukan pertemuan berulang tanpa ada tindak lanjut. Maka saya meminta agar Ketua NU segera menyusun langkah konkret pasca kegiatan ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Calon Dirut PDAM Kupang Ungkap Strategi Berani: “Cukup Satu Kali Modal, Sisanya Untung

Menutup sambutannya, drg. Iien mengajak seluruh peserta dan lembaga keagamaan untuk terus bergandengan tangan dalam memerangi masalah kesehatan di NTT.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat sipil dalam membangun kesadaran kolektif serta memperkuat aksi nyata di tingkat akar rumput untuk mengatasi stunting dan penyakit menular.*

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *