DetikNTT.Com || Kupang – PT Angkasa Pura Support (APS) Kupang terus menunjukkan peran strategis dalam membuka kesempatan kerja bagi putra-putri Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme, kualitas pelayanan, dan integritas tenaga kerja melalui penerapan sistem manajemen berstandar internasional.
Komitmen tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan audit Sistem Manajemen Antipenyuapan ISO 37001:2025 di PT Angkasa Pura Support (APS), Bandara El Tari, Kupang, pada 13–16 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian audit APS yang sebelumnya telah dilaksanakan di Manado, Balikpapan, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.
Bagi Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, pelaksanaan audit di Kupang memiliki makna tersendiri. Sebagai putra NTT, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari tugas profesional, tetapi juga menghadirkan harapan agar kehadiran perusahaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tanah kelahirannya.
“Berakar di tanah NTT, berkarya dengan mutu dunia, dan bertumbuh dalam kejujuran,” menjadi pesan yang menegaskan pentingnya membangun tenaga kerja lokal yang kompeten, profesional, serta menjunjung tinggi integritas.
Tekankan Kualitas Pelayanan di Bandara El Tari
Dalam opening meeting pada 13 Oktober 2026, yang dihadiri jajaran manajemen senior, yakni Gatot Adi Nugroho, Afidah Afa H, Christij John Mira Dida, Christoforus Pius Raja Woda, Urip Juma, dan Deki Kalakik, Karolus Karni Lando menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Ia mengingatkan para penanggung jawab fungsi Commercial, Operation, Accounting, Asset Management, Human Capital, Procurement, General Affairs, serta Health, Safety, Environment, Quality and Operational Excellence agar memastikan setiap area kerja berada dalam kondisi bersih, rapi, sehat, dan aman.
Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh sistem kerja dan teknologi, tetapi juga oleh perhatian terhadap hal-hal mendasar yang langsung dirasakan pengguna fasilitas. Salah satunya adalah memastikan lantai tetap kering, tidak licin, dan aman dilalui untuk mencegah kecelakaan.
Bandara El Tari merupakan salah satu pintu masuk utama menuju NTT. Kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan keramahan pelayanan menjadi bagian penting dalam membentuk kesan pertama wisatawan, pelaku usaha, maupun masyarakat yang datang ke daerah tersebut.
Karena itu, setiap karyawan APS memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus turut membangun citra positif NTT di mata masyarakat luas.
Integrasi Layanan untuk Pelayanan yang Lebih Efektif
Karolus juga mendorong penerapan manajemen fasilitas terpadu yang menghubungkan berbagai fungsi pelayanan dalam satu koordinasi yang efektif.
Cakupannya meliputi kebersihan, pemeliharaan peralatan, landscape dan gardening, dukungan operasional area airside dan landside, pengelolaan parkir, hingga solusi teknologi informasi dan komunikasi atau ICT.
Melalui koordinasi yang baik, setiap bagian diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab secara jelas, merespons persoalan dengan cepat, serta menjaga keberlangsungan pelayanan secara optimal.
Layanan APS sendiri mencakup cleaning service, high-rise cleaning, SOFI, gardener, serta pemeliharaan kelistrikan, perpipaan, HVAC, sipil, dan mekanikal.
Selain itu, dukungan tenaga kerja APS juga meliputi layanan keamanan, pelayanan penumpang, asisten medis, resepsionis, pusat informasi wisata, pengemudi, dan berbagai fungsi pendukung lainnya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jangkauan layanan APS di wilayah NTT juga telah berkembang ke sejumlah pelanggan di luar bandara, antara lain proyek Basarnas, IAKN, BPJSTK, PMI, BRIN, Sarana Lombok, Hotel Setia Atambua, serta ITDC Labuan Bajo.
Perkembangan ini memperlihatkan adanya peluang bagi layanan pengelolaan fasilitas yang profesional untuk mendukung berbagai sektor usaha dan pelayanan publik.
Sekitar 350 Tenaga Kerja, Peluang Ekonomi bagi Masyarakat
Salah satu kontribusi penting APS Kupang adalah penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, APS Kupang mempekerjakan sekitar 350 orang, dengan catatan sekitar 61.000 jam kerja.
Angka tersebut menggambarkan peran tenaga kerja dalam mendukung operasional perusahaan sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Dampak lapangan kerja tidak berhenti pada karyawan yang menerima upah. Penghasilan yang diperoleh juga berpotensi menggerakkan perekonomian keluarga dan masyarakat melalui belanja kebutuhan rumah tangga, pendidikan, transportasi, serta aktivitas usaha lokal.
Apabila pengadaan barang dan jasa turut melibatkan pemasok daerah yang memenuhi standar dan persyaratan perusahaan, manfaat ekonomi tersebut dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di NTT.
Bagi putra-putri daerah, kesempatan bekerja dan mengembangkan karier di daerah sendiri juga menjadi hal penting. Mereka tidak hanya memperoleh sumber penghasilan, tetapi berpeluang meningkatkan keterampilan, pengalaman, dan daya saing dalam dunia kerja.
Dengan demikian, keberadaan APS di NTT memiliki arti strategis dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan tenaga kerja lokal yang semakin profesional.
ISO 37001:2025 Perkuat Budaya Kerja Berintegritas
Selain kualitas pelayanan dan pengembangan tenaga kerja, audit kali ini berfokus pada penerapan Sistem Manajemen Antipenyuapan ISO 37001:2025.
Ruang lingkup audit mencakup layanan dukungan bisnis, termasuk peralatan, ICT, parkir, fasilitas untuk bandara dan pelanggan lainnya, serta proses rekrutmen dan penempatan tenaga kerja.
Sistem manajemen antipenyuapan membantu organisasi membangun mekanisme untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani risiko penyuapan melalui kebijakan, pengendalian internal, pelatihan, pemantauan, serta mekanisme pelaporan.
Bagi karyawan, penerapan sistem tersebut diharapkan dapat menghadirkan pedoman yang jelas ketika menghadapi permintaan imbalan tidak resmi, pemberian hadiah yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, maupun tekanan dari pihak tertentu.
Sistem yang dijalankan secara efektif juga dapat mendukung proses rekrutmen dan pengambilan keputusan kepegawaian yang lebih transparan, berdasarkan kompetensi dan kinerja.
Di sisi lain, pemilihan pemasok, pembelian peralatan, dan persetujuan pekerjaan perlu didukung dokumentasi yang memadai agar keputusan dapat dipertanggungjawabkan.
Keberadaan saluran pelaporan yang aman serta perlindungan terhadap pelapor beriktikad baik juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang menjunjung tinggi kejujuran.
Namun, keberhasilan penerapan standar tidak cukup hanya dibuktikan melalui dokumen. Efektivitasnya perlu terlihat dalam perilaku sehari-hari, konsistensi pelayanan, pengawasan yang berjalan, serta komitmen pimpinan dan seluruh karyawan.
Dalam konteks tersebut, audit menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi kelemahan, menilai efektivitas pengendalian, dan mendorong perbaikan secara berkelanjutan.
Standar Internasional, Berakar pada Potensi Lokal
Penerapan ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, dan ISO 37001 dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang berorientasi pada mutu, kepedulian lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta integritas.
Melalui pelatihan, prosedur yang jelas, pengawasan, dan evaluasi berkala, tenaga kerja lokal berkesempatan mengembangkan kompetensi sesuai praktik kerja profesional.
Bagi NTT, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi modal penting untuk memperluas peluang kerja dan memperkuat daya saing daerah.
Karolus Karni Lando berharap pertumbuhan usaha APS dapat berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, kesejahteraan, keselamatan, dan integritas tenaga kerja lokal.
Ia memandang bahwa putra-putri NTT memiliki potensi untuk memberikan pelayanan berstandar internasional tanpa meninggalkan keramahan dan nilai kejujuran yang tumbuh dari tanah kelahiran mereka.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan usaha, tetapi juga tentang kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang, memperoleh pekerjaan yang layak, dan membangun masa depan di daerah sendiri.
“Berakar di tanah NTT, berkarya dengan mutu dunia, dan bertumbuh dalam kejujuran.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa profesionalisme dan integritas harus berjalan beriringan. Dengan kesempatan kerja yang semakin luas, peningkatan kompetensi, serta budaya antisuap yang diterapkan secara konsisten, putra-putri NTT diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan berkualitas dan mendorong kemajuan daerah.













