Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Politik

Kunjungan Kedinasan ke NTT, Zet Tadung Allo Sempatkan Tinjau Latihan Karate SMPN 8 Kupang

14
×

Kunjungan Kedinasan ke NTT, Zet Tadung Allo Sempatkan Tinjau Latihan Karate SMPN 8 Kupang

Sebarkan artikel ini

KUPANG, detikntt.com— Di sela menjalankan tugas kedinasan di Nusa Tenggara Timur, Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil) Kejaksaan Agung RI, Zet Tadung Allo, menyempatkan diri menemui para karateka muda yang berlatih di SMP Negeri 8 Kupang, Rabu, 28 Oktober 2026.

Kunjungan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi Zet untuk melihat perkembangan pembinaan karate Gojokai yang dirintisnya saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pada 2024.

Di hadapan para pelajar, Zet memberikan motivasi agar mereka tidak mudah menyerah dalam berlatih. Ia meminta para karateka muda terus meningkatkan kemampuan, menjaga kekompakan dan persatuan, serta memiliki semangat untuk mengejar prestasi.

“Berlatih dengan keras, perkuat persatuan dan harus kompak,” pesan Zet kepada para pelajar.

Zet mengatakan, kedatangannya ke Kupang kali ini berkaitan dengan tugas kedinasan di Kejaksaan Tinggi NTT. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk kembali melihat perkembangan pembinaan karate yang pernah dirintisnya.

Baca Juga:  Cek Harga Sembako, Gubernur NTT Lakukan Sidak di TPI Oeba dan Pasar Kasih Naikoten

“Hari ini kebetulan saya bertugas dari Kejaksaan, ada tugas ke Kejaksaan Tinggi NTT. Di sini waktu saya menjadi Kajati NTT tahun 2024, saya dirikan perguruan karate Gojokai dari awal,” kata Zet.

Ia menjelaskan, pembinaan karate Gojokai tersebut sejak awal melibatkan pelajar dari empat SMP di Kota Kupang, yakni SMP Negeri 8, SMP Negeri 5, SMP Negeri 20, dan SMP Negeri 2 Kupang.

Pada awal pembentukannya, jumlah pelajar yang bergabung mencapai sekitar 100 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 pelajar disebut masih aktif mengikuti latihan.

Menurut Zet, pembinaan karate bagi pelajar harus terus dijaga karena olahraga tersebut tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda.

“Kita ingin anak-anak ini bisa diberikan aktivitas yang positif. Karate adalah salah satu aktivitas yang positif. Anak-anak bisa berprestasi dari bidang karate dan bisa membentuk karakter yang positif bagi adik-adik kita,” ujarnya.

Ia berharap latihan karate mampu membentuk pelajar menjadi pribadi yang disiplin, tangguh dan rajin. Aktivitas olahraga juga dapat mengarahkan waktu para pelajar kepada kegiatan yang lebih bermanfaat.

Baca Juga:  Pasangan Calon Walikota Kupang  CS'an Deklarasikan Dukungan Pilkada 2024

“Sehingga nantinya mereka bisa lebih disiplin, lebih tangguh, lebih rajin, lebih beraktivitas positif. Sehingga tidak ada waktu yang terlalu banyak terbuang untuk hal-hal yang tidak penting,” katanya.

Selain membentuk karakter, karate dinilai memberikan manfaat bagi kesehatan serta memperluas pergaulan para pelajar karena mereka dapat bertemu dan berlatih bersama karateka dari sekolah lain.

Zet juga menaruh harapan agar pembinaan tersebut mampu melahirkan atlet-atlet karate berprestasi dari NTT.

Menurutnya, prestasi olahraga dapat menjadi modal penting bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan. Pelajar yang memiliki prestasi berpeluang memanfaatkan jalur prestasi untuk masuk sekolah lanjutan maupun perguruan tinggi.

“Kita tahu sekarang bahwa pemerintah juga sangat memberikan perhatian pada dunia prestasi. Mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi atau sekolah lanjutan atas dengan jalur prestasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Harapan Segar dalam Politik Lokal, Bildad Thonak Mendaftar sebagai Bakal Calon Wali Kota Kupang

Karena itu, ia berharap para pelajar yang mengikuti pembinaan karate Gojokai tidak sekadar berlatih, tetapi memiliki target untuk tampil dalam berbagai kejuaraan.

“Harapan kita mereka ini bisa menempuh jalur-jalur itu dengan olahraga karate. Dan tentunya kita harapkan mereka bisa berprestasi di bidang olahraga,” katanya.

Zet menambahkan, kepengurusan Gojokai di tingkat Provinsi NTT juga telah dibentuk untuk mendukung keberlanjutan pembinaan atlet.

Keberadaan organisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas latihan, termasuk memperkuat peran pelatih dalam mempersiapkan para karateka menghadapi berbagai kompetisi.

“Awalnya kita hanya membentuk dulu, siswanya sudah ada dan pelatihnya sudah ada. Nantinya tinggal kepengurusannya dapat meningkatkan kualitas pelatihannya,” ungkap Zet.

Dengan pembinaan yang lebih terarah, ia berharap karateka muda di NTT semakin banyak mendapat kesempatan mengikuti kejuaraan dan mengukur kemampuan mereka.

“Sehingga mereka bisa ikut dalam ajang-ajang kejuaraan yang ada, supaya mereka bisa termotivasi untuk berprestasi,” pungkasnya.

Penulis: Lia kikiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!