Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

IWAPI Ende Dorong Perempuan UMKM Bangkit Pascagempa, Perkuat Kolaborasi dan Digitalisasi Usaha

40
×

IWAPI Ende Dorong Perempuan UMKM Bangkit Pascagempa, Perkuat Kolaborasi dan Digitalisasi Usaha

Sebarkan artikel ini

DetikNTT.Com || Ende – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bangkit dan mengembangkan usaha di tengah tantangan pemulihan ekonomi pascagempa bumi yang berdampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Ketua IWAPI Kabupaten Ende, Selvi S. Indra Dewa, organisasi tersebut berkomitmen menjadi wadah bagi pengusaha perempuan untuk memperkuat jaringan usaha, membangun kolaborasi, serta membuka akses pengembangan bisnis melalui sinergi dengan pemerintah, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selvi menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DPD IWAPI Provinsi Nusa Tenggara Timur atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin IWAPI Kabupaten Ende. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara pada Senin (12/10/2026).

Ia berharap IWAPI Ende dapat menjadi rumah bersama bagi perempuan pengusaha untuk saling mendukung, bertukar pengalaman, serta mengembangkan usaha agar mampu tumbuh dan naik kelas.

“Harapan IWAPI adalah menjadi wadah berkumpulnya pengusaha-pengusaha perempuan sehingga usaha atau UMKM yang tergabung di dalamnya bisa tumbuh dan berkembang. Kita ingin mendorong mereka untuk melangkah lebih maju dan bangkit kembali setelah bencana gempa di Kabupaten Ende, khususnya Flores secara umum,” ujar Selvi.

Perkuat Solidaritas Perempuan Pengusaha Pascagempa

Menurut Selvi, dampak gempa bumi menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM, termasuk perempuan yang menggantungkan penghasilan keluarga dari usaha yang mereka jalankan.

Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan bersama agar para pelaku usaha dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi sekaligus mengembangkan potensi bisnis yang dimiliki.

IWAPI Ende berupaya mengambil peran sebagai penghubung antara perempuan pengusaha dengan pemerintah, perbankan, serta organisasi dan pelaku dunia usaha lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan perempuan pelaku UMKM memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan usaha, memperkuat kapasitas, serta menghadapi berbagai tantangan ekonomi secara bersama-sama.

Selvi menegaskan bahwa perempuan pengusaha perlu membangun optimisme dan keberanian untuk memulai kembali usaha. Menurutnya, situasi sulit pascabencana tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah, melainkan momentum untuk memperkuat solidaritas dan mencari peluang baru.

Baca Juga:  Lantik 8 Pimpinan Tinggi Pratama, Wali Kota Kupang Tekankan Kepemimpinan Berkarakter dan Tanggung Jawab Moral

Himpun 20 Pengusaha Perempuan, IWAPI Ende Buka Peluang Anggota Baru

Hingga saat ini, IWAPI Kabupaten Ende telah menghimpun sebanyak 20 pengusaha perempuan yang bergerak di berbagai sektor usaha, di antaranya tenun ikat, kuliner, dan fesyen. Sejumlah anggota juga berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Ende.

Meski demikian, pendataan terhadap seluruh perempuan pengusaha dan pelaku UMKM di wilayah tersebut belum dilakukan secara menyeluruh.

Selvi menilai masih banyak perempuan di Kabupaten Ende yang memiliki potensi usaha, tetapi belum terjangkau oleh organisasi. Karena itu, IWAPI Ende berencana memperluas jangkauan keanggotaan secara bertahap dengan melibatkan lebih banyak perempuan pelaku usaha, termasuk mereka yang menjalankan bisnis dalam skala kecil.

Ia menegaskan bahwa IWAPI terbuka bagi perempuan yang memiliki usaha tanpa membatasi keanggotaan berdasarkan besarnya skala bisnis.

“Pada prinsipnya, teman-teman yang mau bergabung silakan. Tidak ada standar bahwa usahanya harus kecil, menengah, atau besar. Kita memulai dari hal kecil, kemudian bersama-sama berkembang dan naik kelas,” ungkapnya.

Keterbukaan tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi perempuan untuk membangun jaringan, mendapatkan dukungan, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha secara lebih profesional.

Siapkan Program Kerja yang Menjawab Kebutuhan Anggota

Terkait program kerja ke depan, Selvi menjelaskan bahwa pengurus IWAPI Ende masih melakukan persiapan dan komunikasi internal sebelum menetapkan langkah organisasi secara lebih terarah.

Penyusunan program, menurutnya, harus dilakukan secara matang agar kegiatan yang dijalankan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi anggota.

IWAPI Ende berharap program kerja yang nantinya ditetapkan dapat diwujudkan melalui kegiatan konkret, mulai dari penguatan kapasitas pengusaha perempuan hingga pembukaan peluang kerja sama dan pengembangan pasar.

Koordinasi dengan IWAPI Provinsi NTT serta pengurus tingkat pusat juga menjadi bagian penting dalam memperkuat arah pengembangan organisasi di Kabupaten Ende.

Baca Juga:  UPG 1945 NTT Gelar PMB Tahap 2 dan Diikuti Ratusan Mahasiswa

Dengan struktur organisasi yang berjenjang, IWAPI diharapkan mampu menjadi jembatan bagi perempuan pengusaha lokal untuk membangun jaringan yang lebih luas dan memperoleh kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Digitalisasi Jadi Perhatian, UMKM Didorong Perluas Pasar

Di tengah perkembangan dunia usaha, pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi menjadi salah satu perhatian IWAPI Kabupaten Ende.

Selvi menyadari bahwa pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu memperluas jangkauan pemasaran, memperkenalkan produk secara lebih efektif, dan meningkatkan daya saing.

Karena itu, IWAPI Ende berencana mendorong penguatan bidang teknologi informasi dalam struktur organisasi serta membuka ruang keterlibatan anggota maupun pihak lain yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu perempuan pengusaha menjangkau pelanggan yang lebih luas, membangun jaringan bisnis, serta memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih besar.

Namun, upaya digitalisasi tersebut membutuhkan perencanaan yang baik dan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang teknologi.

Selain itu, IWAPI Ende juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi dunia usaha lainnya, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin), untuk mendukung pengembangan UMKM perempuan secara berkelanjutan.

Selvi menegaskan bahwa penguatan legalitas dan struktur organisasi juga menjadi perhatian agar IWAPI dapat menjalankan program secara terarah serta membangun koordinasi yang lebih efektif dengan organisasi di tingkat provinsi maupun pusat.

Kembangkan Usaha Penginapan dan Rencanakan Galeri Tenun Ikat

Selain menjalankan peran sebagai Ketua IWAPI Kabupaten Ende, Selvi juga mengelola usaha penginapan. Ia mengungkapkan rencana untuk mengembangkan usaha melalui pembangunan rumah tenun ikat dan galeri.

Rencana tersebut sejalan dengan upaya mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal, khususnya di sektor kerajinan dan tenun ikat yang memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat Ende.

Baca Juga:  Proyek Peningkatan Jalan Silu–Oemofa Capai Realisasi 49,71 Persen

Keberadaan rumah tenun dan galeri diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan produk tenun ikat kepada masyarakat yang lebih luas serta membuka peluang pemasaran bagi para pelaku usaha kerajinan.

Pengembangan tersebut juga berpotensi memperkuat keterkaitan antara pelestarian budaya lokal dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi perempuan yang menekuni usaha tenun.

Meski demikian, rencana pembangunan rumah tenun ikat dan galeri tersebut masih menjadi bagian dari agenda pengembangan usaha Selvi ke depan.

Ajak Perempuan Ende Berani Memulai dan Terus Berkembang

Menutup wawancara, Selvi menyampaikan pesan kepada perempuan pengusaha di Kabupaten Ende, baik yang telah bergabung dengan IWAPI maupun yang belum menjadi anggota, agar tidak takut memulai kembali usaha setelah menghadapi dampak gempa bumi.

Ia memahami bahwa kondisi pascabencana dapat menimbulkan kekhawatiran dan menurunkan semangat sebagian pelaku usaha. Namun, menurutnya, keberanian untuk bangkit, kemauan untuk belajar, dan semangat bekerja sama merupakan modal penting dalam menghadapi situasi tersebut.

Selvi mengajak perempuan pengusaha untuk terus membangun optimisme, memperkuat solidaritas, serta memanfaatkan peluang kolaborasi yang tersedia.

“Jangan takut memulai. Kita punya wadah IWAPI dan kita tidak sendirian berjalan. Kita bersinergi dengan pemerintah, Kadin, dan dunia usaha lainnya. Perempuan-perempuan Kabupaten Ende harus bangkit setelah gempa ini,” tegasnya.

Kehadiran IWAPI Kabupaten Ende diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah melalui pemberdayaan perempuan pengusaha dan pengembangan UMKM.

Ke depan, perluasan pendataan pelaku usaha perempuan, penyusunan program kerja yang terukur, penguatan akses terhadap dukungan usaha, serta pemanfaatan teknologi menjadi sejumlah langkah penting yang perlu diwujudkan.

Dengan kolaborasi yang kuat dan program yang berorientasi pada kebutuhan anggota, IWAPI Ende diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya perempuan pengusaha, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bersama untuk membangun UMKM yang tangguh, mandiri, dan mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!