Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaBudaya

Simfoni Persaudaraan GMIT 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Kupang: Harmoni Tak Harus Sama, tetapi Berimbang

9
×

Simfoni Persaudaraan GMIT 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Kupang: Harmoni Tak Harus Sama, tetapi Berimbang

Sebarkan artikel ini

Kupang, DetikNTT.Com – Lomba Paduan Suara dan Simposium Musik Gereja bertajuk “Simfoni Persaudaraan GMIT 2026” yang diinisiasi Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), resmi dibuka di Gedung GMIT Center Kupang, Selasa (7/10/2026).

Ajang akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Oktober 2026 dan dipusatkan di GMIT Center, Kota Kupang. Mengusung tema “Menyanyikan Kasih Setia Tuhan pada Segala Waktu”, kegiatan ini dirancang sebagai momentum konkret untuk membangkitkan, memulihkan, dan meningkatkan kualitas pelayanan musik gerejawi di seluruh wilayah pelayanan GMIT.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat memberikan sambutan mengatakan persatuan tidak harus menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama meskipun berbeda. Menurutnya, setiap perbedaan harus dapat saling melengkapi. Harmoni bukan berarti sama atau seragam, tetapi berimbang. Keberagaman juga tidak pernah menjadi penghalang bagi warga Kota Kupang untuk berjalan bersama.

Baca Juga:  Langkah Awal Program Quick Win, Gubernur Melki : Focus Turunkan Angka Stunting

“Siang ini tak hanya seremonial event paduan suara, tapi bukti persatuan tak harus menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama meskipun berbeda, harus saling melengkapi. Harmoni bukan sama atau seragam, tapi berimbang. Keberagaman tak pernah jadi penghalang bagi warga Kota Kupang untuk berjalan bersama,” ujar Wali Kota Kupang.

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, menegaskan pentingnya musik dalam kehidupan bergereja. Menurutnya, gereja menyadari benar bahwa gereja hidup karena nyanyian yang telah menjadi ciri khasnya.

Baca Juga:  Gerak Cepat Wali Kota Merespon, Penahan Banjir Kali Mati Kayu Putih Akhirnya Diperkuat

“Keterlibatan jemaat serta klasis dalam kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kualitas nyanyian gereja, tetapi juga dalam kaitan dengan gereja menemukan bakat-bakat baru yang bisa memberi dampak bagi pelayanan, terutama nyanyian di dalam gereja,” ujar Pdt. Semuel.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Simfoni Persaudaraan GMIT 2026, Jeffry Eduard Pelt, S.H., mengharapkan komitmen penuh dari seluruh elemen jemaat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan dan mengembangkan nyanyian di gereja. Oleh karena itu, dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh klasis dan jemaat sangat diharapkan dalam perlombaan yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang,” pungkas Jeffry.

Baca Juga:  Warga Dukung Pembangun PT SGI yang Ramah Lingkungan, tidak Membahayakan Ekosistem, Masyarakat dan Lingkungan

Sejak berdiri pada tahun 1947, paduan suara telah menjadi warisan rohani yang mengakar kuat dalam tradisi liturgi GMIT. Namun, di tengah modernisasi, kesibukan hidup, dan perubahan pola pelayanan, aktivitas paduan suara di berbagai jemaat saat ini menghadapi tantangan berupa penurunan keaktifan.

“Simfoni Persaudaraan GMIT 2026” hadir sebagai wadah perjumpaan bagi jemaat dari 57 klasis yang memiliki keragaman latar belakang budaya dan generasi. Melalui media musik gerejawi, ajang ini ditujukan untuk mempererat hubungan persaudaraan, memperkuat identitas kelembagaan GMIT, serta menghidupkan kembali semangat kedisiplinan dan kreativitas agar tradisi paduan suara tetap aktif mengisi liturgi ibadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!