Kupang,Detikntt.com || Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kerja Bidang Pendidikan Dasar bersama Pengawas Sekolah serta Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP/MTs se-Kota Kupang Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Sahid T-More, Senin (19/01).
Hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Jhoni Rihi, S.Pd., para pengawas sekolah, kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta, serta jajaran terkait.Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan.
Ia mengingatkan seluruh ASN dan tenaga pendidik agar memulai disiplin dari hal-hal kecil, seperti kerapian berpakaian dan kepatuhan terhadap atribut kedinasan.“Hal-hal kecil seperti kerapian berpakaian dan disiplin atribut mungkin terlihat sepele, tetapi justru itulah yang membentuk karakter disiplin dalam hal-hal besar. Ini yang saya sebut sebagai atomic habits,” tegasnya.
Wali Kota secara khusus meminta para kepala sekolah untuk menertibkan penampilan guru dan tenaga kependidikan, karena penampilan mencerminkan kredibilitas pelayanan publik.Selain disiplin, Wali Kota juga menyoroti pentingnya keakuratan data pendidikan, terutama pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Menurutnya, data yang valid akan berdampak langsung pada ketepatan perencanaan dan alokasi anggaran.“Data harus diisi sesuai kondisi riil. Jangan dimanipulasi. Jika data salah, maka anggaran dan bantuan juga tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Terkait pengelolaan anggaran, termasuk Dana BOS, Wali Kota menegaskan agar perencanaan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil sekolah (bottom-up), bukan kepentingan tertentu. Ia juga meminta agar laporan Dana BOS disusun dan diverifikasi setiap bulan untuk mencegah penumpukan administrasi dan potensi penyalahgunaan anggaran.Dalam arahannya, Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk fokus pada tujuan utama peningkatan mutu layanan pendidikan serta menghindari terlalu banyak rencana cadangan yang justru mengurangi konsentrasi dan tanggung jawab.“Saya mau kita fokus. Jika sudah menetapkan rencana, kerahkan semua daya dan upaya ke sana. Pemimpin yang baik tidak saling menyalahkan, tetapi bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga menekankan peran kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan dalam mencegah segala bentuk kekerasan di sekolah, baik fisik, verbal, maupun seksual, serta memastikan terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman, khususnya transformasi digital dalam dunia pendidikan.“Dunia sudah berubah. Kita tidak bisa meminta angin berhenti, tetapi kita bisa mengubah arah layar. Pendidikan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang secara resmi membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kerja Pendidikan Dasar Tahun 2026, dengan harapan kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kupang.Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya, serta menyinkronkan program kerja pendidikan dasar tahun anggaran 2026.
Ia juga mengungkapkan capaian membanggakan Kota Kupang dalam hasil Asesmen Nasional, khususnya pada jenjang SMP yang menempati peringkat atas di tingkat provinsi.
Secara terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Kupang sekaligus Kepala SMP Negeri 6 Kota Kupang, A. Beny Mauko, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa pengelolaan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua orang saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.Ia menegaskan bahwa Kota Kupang merupakan barometer pendidikan, sehingga arahan Wali Kota akan diimplementasikan dalam kebijakan dan praktik di sekolah.
Menurutnya, prinsip pengelolaan anggaran secara bottom-up telah diterapkan, dengan menyerap aspirasi seluruh unsur sekolah sebelum menetapkan skala prioritas.“Di SMP Negeri 6 Kupang, kami memprioritaskan penataan lingkungan sekolah, sarana pembelajaran, perbaikan gedung, pengembangan bakat dan minat siswa, serta perhatian terhadap sanitasi,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa tantangan sekolah di wilayah pinggiran adalah membangun kepercayaan masyarakat.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi kunci agar sekolah-sekolah nonfavorit mampu bersaing dan diminati masyarakat.Saat ini, SMP Negeri 6 Kupang memiliki 26 rombongan belajar dengan jumlah tenaga pendidik yang mencukupi, termasuk dukungan dari formasi PPPK, sehingga diharapkan mutu layanan pendidikan semakin meningkat dan kepercayaan masyarakat terus tumbuh.











