
Detikntt.com||Kupang — Penanganan delapan titik longsoran yang tersebar di ruas jalan nasional Ende–Wolowaru menjadi prioritas utama Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 4 Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2025. Upaya ini dilakukan guna menjamin kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan di jalur strategis tersebut.
PT Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC) sebagai pelaksana pekerjaan paket Preservasi Jalan Ende–Wolowaru, Junction–Kelimutu, menyatakan optimistis seluruh titik longsor akan tertangani pada tahun ini. Pimpinan PT BCTC, Arthur Suryadharma, membenarkan bahwa delapan titik longsoran tersebut merupakan bagian dari pekerjaan preservasi tahun 2025.
“Kami menargetkan penyelesaian pekerjaan ini pada tahun ini juga,” tegas Arthur saat dikonfirmasi pada Jumat, 1 Agustus 2025, di Kupang.
Dari delapan titik longsoran yang menjadi fokus penanganan, enam titik telah memasuki tahap pengerjaan. Sementara dua titik baru, yang terletak di Km 56 dan Km 58, masih menunggu proses review desain.Penanganan dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi tiap titik. Empat titik longsoran ditangani menggunakan metode Dinding Penahan Tanah (DPT) beton, satu titik menggunakan matras geosintetik, dua titik memakai DPT pasangan batu, dan satu titik ditangani dengan metode pelebaran jalan melalui alih trase.Arthur menargetkan pekerjaan mayor selesai pada Oktober 2025. “Untuk pekerjaan mayor, nanti bulan Agustus sudah selesai.
Sementara penanganan dua titik longsor baru di Km 56 dan Km 58 ditargetkan selesai Oktober. Untuk pekerjaan minor seperti patching aspal, targetnya selesai di bulan November. Besarannya masih menunggu CCO,” jelasnya.
Preservasi Jalan Ende–Wolowaru, Junction–Kelimutu terkontrak dengan nilai sebesar Rp 30.056.302.000. Paket ini mencakup panjang penanganan 51,63 kilometer, dengan penanganan rutin kondisi sepanjang 47,37 kilometer, holding 4,26 kilometer, penanganan longsoran sepanjang 912 meter, serta rehabilitasi jembatan sepanjang 38 meter.
Sebelumnya, Kasatker PJN Wilayah 4 Provinsi NTT, Wilhelmus Sugu Djawa, menyampaikan harapannya agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas sesuai spesifikasi dan desain. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk mendukung kelancaran proyek.”Saya harap ada sinergi dan kolaborasi semua pihak sehingga pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai ketentuan, utamanya aspek mutu pekerjaan,” ujarnya.














