DetikNTT.Com || Ende – Organisasi Wartawan Ende Bersatu atau disingkat WEB menggelar pasar murah dan Lomba mendongeng. Dua kegiatan ini digelar sebagai wujud kepedulian WEB di tengah situasi ekonomi masyarakat yang kian tak menentu.
Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk perhatian WEB untuk merawat generasi penerus bangsa agar sehat, cakap, dan bermartabat.
Kegiatan ini berlangsung, di halaman Gereja Paroki Onekore, Minggu, 8 Februari 2026, yang dihadiri oleh, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, Ketua PKK Kabupaten Ende, Cici Badeoda, Wakapolres Ende, Kompol Ahmad, S.H, Ketua Bhayangkari Polres Ende, Ny. Yukhe Yudhi bersama Ibu-ibu Bhayangkari.

Dalam kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat penerima manfaat pasar murah, para distributor, pendamping serta anak-anak Sekami Paroki Onekore.
Terpantau, antusias masyarakat memadati halaman Gereja Paroki Onekore serta sekitar 70 an Anak Sekami turut terlibat dalam perlombaan mendongeng dan game.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dalam kesempatan tersebut berpesan kepada anak-anak Sekami untuk terus belajar, berdoa, dan selalu berekreasi bersama teman-teman.
” Kalau lagi sedih atau kesal sama orang tua, jangan lupa berdoa. Minta kepada Tuhan supaya Tuhan mengampuni kesalahan orang tua kalian. Ini pesan dari Bupati, Bapaknya kalian semja”,kata Bupati ke anak-anak Sekami.

Bupati juga menyarankan ke anak-anak Sekami, agar mendengar nasehat orang tua, tak boleh melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan meminta bantuan ke sesama teman-teman apabila ada kesulitan yang dihadapi.
“Seandainya kalian minta sama orang tua namun belum dipenuhi, minta sama Ibu Guru. Tapi apabila belum dipenuhi, minta sama Ibu Bupati dan Ibu Kapolres”, ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan ke anak-anak Sekami, agar cara meluapkan kesedihan dengan menangis sekeras-keras, bukan melakukan perbuatan yang tidak terpuji.
“Kamu kalau lagi sedih menangislah yang sekeras-kerasnya, biar sedihnya hilang. Kalau senang bermain bersama teman-teman, begitu pun kalau sedih bermaij dan bercerita lah bersama teman”, ingat Bupati sekali lagi.

Ketua Bhayangkari Ende, Ny. Yukhe Yudhi menjelaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi anak dalam meraih kesuksesan di masa yang akan datang.
Ia juga sempat memberikan bingkisan dan motivasi kepada anak-anak Sekami, agar terus tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang cerdas dan pintar sehingga dapat berguna bagi bangsa dan negara.
“Ini adalah sedikit tanda sayang dari kami untuk adik-adik semua. Tujuannya agar adik-adik bisa tambah giat dan semangat belajarnya, semakin pintar, dan kelak bisa sukses serta menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia berharap, perhatian kecil yang diberikan pada kesempatan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi setiap anak untuk tidak pernah ragu dalam membangun dan mengejar mimpi mereka yang tinggi. Menurutnya, dukungan moral dan perhatian seperti ini sangat krusial untuk menjaga mentalitas positif anak-anak di tengah berbagai tantangan dan dinamika zaman yang terus berkembang.
Sementara, Pastor Paroki Onekore, Vian Lado, SVD memberikan apresiasi kepada Wartawan Ende Bersatu atas inisiasinya dalam menggelar aneka kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan pasar murah dan hiburan anak-anak Sekami sangat penting untuk dilaksanakan karena hal tersebut berdampak langsung pada masyarakat dan juga tumbuh kembang anak.

“Kami dari Gereja, khususnya Keuskupan Agung Ende seperti yang kita ketahui bersama ada juga gerakan KUB Peduli, gerakan KUB ramah anak, dan yang sedang dicanangkan tahun 2026 ini, Orang Tua Peduli Anak Usia Dini”,terang Pastor Vian.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan keterlibatan dan perhatian banyak pihak, baik iitu agama, pemerintah, adat dan juga masyarakat
“Sebagai Pastor dan seluruh umat paroki Onekore kami sangat bahagia atas kehadiran Bapak Bupati bersama, Pak Wakapolres Ende, Ketua Bhayakari Polres Ende bersama jajarannya, serta rekan-rekan Wartawan Ende Bersatu di tempat ini, kiranya niat baik ini berguna bagi masyarakat dan anak-anak”,tutupnya.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas penyerahan bantuan secara simbolis, melainkan juga diisi dengan interaksi langsung antara para penyelenggara dan anak-anak yang mampu membakar semangat belajar mereka. Riuh suara kegembiraan dan komitmen anak-anak terdengar kompak saat mereka bersama-sama meneriakkan janji untuk belajar lebih tekun dan giat.












