Kupang, DetikNTT.Com – Pemerintah Kota Kupang mulai mempersiapkan berbagai sektor untuk menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Momentum tersebut dinilai bukan hanya soal olahraga, tetapi juga peluang besar untuk menggerakkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis mengatakan PON 2028 menjadi kesempatan bagi Kota Kupang untuk mengembangkan sport tourism. Pemkot tidak hanya menyiapkan fasilitas olahraga, tetapi juga memastikan atlet dan wisatawan mendapat pengalaman yang nyaman selama berada di Kota Kupang.
Menurut Serena, kesiapan akomodasi menjadi salah satu perhatian. Hotel dan homestay mulai dipersiapkan, termasuk penerapan standar pelayanan agar mampu memenuhi kebutuhan atlet maupun wisatawan yang datang.
Sektor UMKM juga disiapkan untuk menangkap peluang ekonomi dari PON. Salah satunya melalui SABOAK (Sunday Market buat Orang Kupang) yang kini melibatkan sekitar 500 komunitas atau UMKM dan mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp6,2 miliar dalam setahun.
Pemkot juga mendorong pelaku usaha masuk ke pasar digital melalui Indonesia Open Network (ION). Langkah ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal, termasuk kerajinan dan tenun NTT yang kini berkembang menjadi berbagai produk fesyen.
Serena menyebut kuliner khas seperti se’i, ikan kuah asam dan jagung bose juga dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan selama berada di Kupang. Posisi Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi sekaligus kota jasa dinilai strategis sebagai pintu masuk wisatawan menuju berbagai destinasi di NTT.
Karena itu, Pemkot Kupang mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan PON 2028 sebagai momentum bersama untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat UMKM dan menjadikan Kota Kupang sebagai tujuan sport tourism yang nyaman sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.














