Kupang, DetikNTT.Com – Pemerintah Kota Kupang menunjukkan komitmen terhadap pembinaan generasi muda melalui dukungan anggaran bagi Gerakan Pramuka. Pada tahun 2026, Pemkot Kupang mengalokasikan dana sebesar Rp400 juta untuk mendukung berbagai kegiatan kepramukaan di Kota Kupang.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap kegiatan yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan dan kemandirian generasi muda.
Alokasi Rp400 juta tersebut terdiri dari Rp150 juta untuk Jambore Daerah, Rp150 juta untuk Jambore Nasional dan Rp100 juta untuk operasional Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kupang.
Hal tersebut disampaikan dalam acara penerimaan Kontingen Jambore Daerah X dan Jambore Nasional XII Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang di Hotel Kristal, Selasa (1/9) malam.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengatakan, kegiatan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perkemahan, tetapi menjadi salah satu ruang pembentukan karakter anak-anak dan generasi muda.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti Jambore harus mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan selesai hanya di Jambore. Apa yang kalian dapatkan tentang ketangguhan, disiplin dan mental, bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Dukungan Pemkot Kupang bahkan diberikan sejak proses persiapan hingga kepulangan kontingen. Ketika jumlah peserta yang mengikuti seleksi mencapai 48 orang, sementara kuota awal hanya 32 peserta, Wali Kota memutuskan seluruh peserta diberangkatkan.
“Saya ingin semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang melalui kegiatan jambore,” ungkap dr. Christian.
Selain dukungan melalui anggaran pemerintah, Wali Kota juga memberikan tambahan dana rekreasi secara pribadi sebesar Rp10 juta kepada peserta Jambore Nasional XII.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.Si, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang terhadap kegiatan kepramukaan.
Menurut Wildrian, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Kwarcab, pembina maupun peserta untuk terus mengembangkan kegiatan Pramuka di Kota Kupang.
Dukungan pemerintah juga direncanakan berlanjut pada 2027 melalui pembenahan Bumi Perkemahan Fatubena. Pembenahan akan mencakup penataan pelataran serta penyediaan fasilitas dasar seperti air, toilet dan pagar.
Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi lokasi kegiatan kepramukaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas dan dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan dukungan anggaran dan rencana pengembangan fasilitas tersebut, Gerakan Pramuka Kota Kupang diharapkan semakin mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mandiri, disiplin, tangguh dan bertanggung jawab.














