Kupang, DetikNTT.Com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, berpacu dengan waktu untuk kembali ke Kupang setelah mendengar kabar duka meninggalnya Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang, Pommy Elna Novisandy Odja, S.STP., M.Si.
Christian yang saat itu sedang menjalankan misi kemanusiaan di Flores, berupaya kembali secepat mungkin agar dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Namun, perjalanan pulangnya terkendala gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Lewotobi.
“Saya sebenarnya berencana naik Hercules. Apa pun itu, saya ingin sebelum pemakaman ini ditutup, saya bisa hadir di sini,” ujar Christian saat tiba di lokasi penghormatan terakhir, Sabtu (29/8/2026).
Setelah menempuh perjalanan darat sekitar lima jam dari Sikka menuju Larantuka, rencana penerbangan kembali mengalami pembatalan. Meski demikian, Christian akhirnya berhasil tiba di Kupang dan langsung menuju lokasi untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
Menurutnya, Pommy bukan hanya seorang aparatur pemerintah, tetapi juga rekan kerja yang dikenal memiliki dedikasi, rendah hati dan sabar dalam menjalankan tugas.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa dan karya-karya almarhum Pak Pommy semasa hidupnya. Beliau banyak sekali membantu tugas-tugas kita di Pemkot,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, memimpin upacara penghormatan terakhir yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Kupang sebelum jenazah dimakamkan secara kedinasan.
Serena menyebut kepergian Pommy merupakan kehilangan besar bagi keluarga maupun Pemerintah Kota Kupang. Almarhum tercatat telah mengabdikan diri sebagai ASN selama 27 tahun 5 bulan dan terakhir dipercaya menjabat Kepala Dinas PRKP sejak 22 Januari 2026.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan seluruh jajaran, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Pommy. Terima kasih untuk 27 tahun 5 bulan pengabdian, untuk waktu, tenaga, pikiran dan dedikasi yang sudah diberikan bagi negara, pemerintah dan masyarakat Kota Kupang,” kata Serena.
Sebagai bentuk penghormatan sekaligus perhatian kepada keluarga, rangkaian prosesi juga dilanjutkan dengan penyerahan akta kematian serta santunan kematian dari PT Taspen Kupang.
Pemerintah Kota Kupang memastikan pengabdian dan jasa almarhum akan tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan pelayanan pemerintahan dan masyarakat Kota Kupang.














